Senin, 19 April 2010

Penalaran Induktif dan Penalaran Deduktif

A. Penalaran Induktif

a. Generalisasi ialah perihal bentuk gagasan atau simpulan umum dari suatu kejadian hal, atau sebagainya.
Sahnya generalisasi bila gejala-gejala khusus yang diamati merupakan hasil survei, sensus, penelitian, pengujian ataupun percobaan yang ruang tidak terlalu luas, dapat memiliki keseluruhan. Dalam penyusunan paragraf pergunakan ungkapan: cenderung, pada, umumnya rata-rata, pada mayoritasnya kasus yang diamati, atau semacam itu.
Contoh dalam paragaraf.
Setelah tugas menggambar kelas I B dikumpulkan, ternyata duapuluh anak perempuan menggambar bunga, dua orang anak perempuan menggambar pemandangan, dan satu orang saja menggambar binatang, sedangkan anak laki-laki bermacam-macam. Boleh dikatakan anak perempuan kelas I B cenderung membuat gambar bunga.
b. Analogi ialah suatu penalaran yang bertolak dari peristiwa khusus mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan apa yang berlaku untuk suatu hal akan bertolak pula untuk hal lain. (keraf, 1991:48)
Dari difinisi di atas dapat diketahui bahwa hal yang diperbandingkan tidak satu jenis, tetapi berlainan (dua kelas yang berbeda ) atau disebut analogi deklaratif (penjelas)
Contoh dalam paragraf
Bila pohon dapat diuraikan menjadi pokok (batang), dahan dan ranting karangan pun dapat pula diuraikan menjadi tubuh (bodi), bab, anak bab, paragaraf, dan kalimat. Batang sebanding dengan tubuh , dahan sebanding dengan bab, dan daun sebanding dengan paragarf. Jadi, struktur karangan pada hakikatnya mirip atau bersamaan dengan struktur suatu pohon.
c. Kausalitas (sebab-akibat) ialah memulai suatu penjelasan dari peristiwa atau hal yang merupakan sebab, kemudian bergerak menuju ke suatu kesimpulan sebagai aspek (akibat) terdekat.
Contoh dalam paragaraf
Penduduk dari daerah banyak hijrah ke Jakarta. Mereka tergiur oleh gambaran kehidupan mewah di Jakarta dan kemudahan mencari kerja. Akibatnya, Jakarta semakin penuh oleh pendatang.


Penalaran Deduktif
a. Silogisme ialah menarik kesimpulan dari dua pernyataan(premis) yaitu premis umum/mayor(PU) dan premis khusus/minor(PK).
PU : Semua A=B
PK : Semua C=A
S : Semua C=B
Contoh
PU : Semua makhluk hidup memiliki mata
PK : si Polan adalah makhluk hidup
S : maka si Polan mempunyai mata
b. Entimen ialah silogisme yang di pendekkan
C=B karena C=A
si Polan mempunyai mata karena si Polan adalah makhluk hidup

c.Term adalah suatu kata atau suatu kumpulan kata yang merupakan ekspressi verbal dari suatu pengertian.

d. Proposis ialah ungkapan yang dapat dipercaya, disangkal atau dibuktikan benar atau tidak benar.

e. Premis ialah kalimat atau proposisi yang dijadikan dasar untuk menarikkesimpulan (dalam logika)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar